Temukan pesona budaya yang tak lekang oleh waktu, mulai dari kuliner legendaris hingga tradisi luhur yang dijaga turun-temurun.
Candi Prambanan
Warisan Dunia UNESCO
Koleksi informasi kebudayaan terbaru yang kami rangkum.
Sekaten adalah rangkaian upacara tradisional tahunan yang diselenggarakan oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Keraton Surakarta Hadiningrat untuk memperingati hari kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad SAW. Perayaan keagamaan dan kebudayaan ini berlangsung setiap tanggal 5 hingga 12 Rabi'ul Awal (bulan Mulud dalam kalender Jawa). Nama "Sekaten" sendiri diyakini berasal dari kata Syahadatain, yang merujuk pada dua kalimat syahadat dalam ajaran Islam.Sejarah dan Esensi DakwahTradisi ini bermula sejak masa Kesultanan Demak pada abad ke-15. Wali Songo, khususnya Sunan Kalijaga, mengadaptasi upacara adat Jawa pra-Islam dan memanfaatkannya sebagai media penyiaran agama Islam. Gamelan pusaka ditabuh untuk menarik perhatian masyarakat umum. Warga yang ingin mendekat dan mendengarkan alunan gamelan dipersilakan mengucapkan kalimat syahadat sebagai simbol masuk Islam.Rangkaian Prosesi UtamaProsesi upacara adat ini mengikuti tahapan sakral yang terstruktur di lingkungan keraton:Miyos Gangsa: Upacara mengeluarkan sepasang gamelan pusaka sekaten dari dalam keraton menuju Masjid Gedhe Kauman.Ngapem: Tradisi membuat kue apem oleh keluarga keraton sebagai simbol permohonan ampun (afwun).Kondur Gangsa: Prosesi pengembalian gamelan sekaten dari Masjid Gedhe kembali masuk ke dalam istana.Garebeg Maulud: Acara puncak sekaten ditandai dengan arak-arakan gunungan hasil bumi dari keraton yang kemudian dibagikan kepada masyarakat luas.
rebeg (atau sering disebut Garebeg) adalah upacara adat tahunan masyarakat Jawa yang berfungsi sebagai wujud rasa syukur, ritual religi, serta penghormatan kepada para leluhur. Tradisi ini berpusat di lingkungan istana pecahan Kesultanan Mataram, khususnya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Keraton Surakarta Hadiningrat.Secara harfiah, istilah kata grebeg berasal dari kata bahasa Jawa anggrebeg yang berarti menggiring atau mengawal raja, pembesar, atau pengantin.Ciri Khas Utama: GununganElemen paling ikonik dalam upacara ini adalah Gunungan. Gunungan merupakan tumpukan raksasa yang berisi berbagai hasil bumi (seperti sayuran, buah-buahan, dan jajanan pasar) yang diarak oleh para prajurit keraton. Setelah didoakan, gunungan ini akan diperebutkan oleh masyarakat luas karena dipercaya membawa berkah dan ketenteraman.Tiga Perayaan Grebeg Utama dalam SetahunKeraton Jawa rutin menggelar upacara ini sebanyak tiga kali dalam setahun berdasarkan kalender Hijriah atau kalender Jawa:Grebeg Syawal (Grebeg Pasa): Diselenggarakan pada tanggal 1 Syawal untuk merayakan selesainya ibadah puasa Ramadan sekaligus menyambut Idulfitri.Grebeg Mulud: Diadakan pada tanggal 12 Rabiul Awal (bulan Mulud) sebagai puncak peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW (Maulid Nabi), yang juga menjadi bagian dari rangkaian festival Sekaten.Grebeg Besar: Dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah untuk memperingati hari raya Iduladha.
Pakaian khusus keraton, khususnya di Keraton Yogyakarta, terdiri dari berbagai jenis busana adat dengan filosofi dan aturan ketat. Aturan ini mencakup tata cara pemakaian jarik (wiru) dan larangan motif batik tertentu, seperti motif Parang, yang penggunaannya diatur berdasarkan pangkat atau status kebangsawanan.
Kebaya Yogyakarta adalah busana tradisional Jawa yang melambangkan kesopanan dan kelembutan. Ciri khas utamanya adalah potongan leher berbentuk V atau U, dengan bagian depan terbuka yang disatukan oleh kancing, peniti, atau bros. Variasi klasiknya meliputi Kebaya Tangkeban dan Kebaya Janggan.
Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat (Keraton Jogja) adalah istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755 setelah Perjanjian Giyanti. Istana ini bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan jantung kebudayaan Jawa dan tempat tinggal aktif sultan beserta keluarganya hingga saat ini. Kompleks ini dirancang dengan arsitektur penuh makna filosofis Hindu-Jawa, yang dipadukan dengan sentuhan Eropa dan China.
Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia dan salah satu candi terindah di Asia Tenggara yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Kompleks suci ini dibangun pada abad ke-9 masehi oleh Rakai Pikatan dari Kerajaan Medang Mataram sebagai persembahan untuk Trimurti (tiga dewa utama Hindu: Siwa, Brahma, dan Wisnu). Secara administratif, candi ini terletak di perbatasan wilayah antara Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Klaten, Jawa Tengah.